Pontianak, pgiw-kalbar.id – Dalam sebuah dialog bertajuk Podcast Kerukunan yang diselenggarakan oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kalimantan Barat, Ketua Umum PGIW Kalimantan Barat, Pendeta Paulus Ajong, memaparkan secara komprehensif maksud dan tujuan hadirnya Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI). Kehadiran organisasi ini tidak hanya berfokus pada kerukunan internal umat beragama, tetapi juga secara aktif merespons isu-isu kritis terkait keadilan sosial, hak asasi manusia (HAM), dan krisis ekologi di Kalimantan Barat.
Mewujudkan Keesaan dalam Keragaman: Pendeta Paulus menjelaskan bahwa tujuan mendasar PGI adalah mewujudkan keesaan gereja di Indonesia dari berbagai denominasi. PGI diibaratkan sebagai sebuah taman dengan banyak pohon, yang menjadi wadah agar perbedaan tradisi dan teologi dipandang sebagai kekayaan serta anugerah, bukan sebagai sumber konflik.
Menghadapi Tantangan “Polikrisis”: Dalam program kerja lima tahunan (Prokelita), PGIW Kalbar menaruh perhatian khusus pada masalah “polikrisis”, yaitu krisis kebangsaan, krisis keesaan, krisis keluarga, krisis pendidikan, disrupsi teknologi, hingga krisis ekologi.
Kepedulian terhadap Lingkungan (Ekologi): Pendeta Paulus mengingatkan bahwa alam dapat bertahan hidup tanpa manusia, namun manusia tidak akan bisa hidup tanpa lingkungan yang layak. Oleh sebab itu, PGIW Kalbar menyoroti mentalitas rakus dan tamak yang memicu deforestasi serta alih fungsi hutan yang berdampak pada bencana asap dan banjir berkepanjangan.
Advokasi HAM dan Masyarakat Adat (Peladang): Terkait keadilan sosial dan HAM, PGIW Kalbar aktif mengedukasi dan mengadvokasi kelompok-kelompok rentan, perempuan, anak, serta masyarakat adat. Secara khusus, PGIW membela para peladang tradisional yang kerap dituduh sebagai penyebab kebakaran hutan. Pendeta Paulus menegaskan bahwa pembakaran ladang oleh masyarakat adat dilakukan dengan sangat arif, terukur, dan semata-mata demi mempertahankan kelangsungan hidup (bertahan hidup), berbeda jauh dengan pembakaran skala besar untuk kepentingan bisnis.
Melalui kiprah institusionalnya, PGIW Kalimantan Barat menegaskan bahwa tanggung jawab gereja tidak terbatas pada ranah keagamaan semata. Maksud dan tujuan utama PGIW Kalbar adalah membangun harmoni sosial yang utuh – baik dengan merajut kerukunan antar dan inter-umat beragama, melestarikan alam sebagai rumah bersama, hingga memperjuangkan keadilan dan kehormatan bagi masyarakat kecil yang paling rentan.
Sumber Artikel: YouTube FKUB Kalimantan Barat — Podcast Kerukunan 19: Kiprah PGIW Kalbar dan isu isu Keadilan Sosial dan HAM: https://www.youtube.com/watch?v=YDeHKMWn46Q